Jumat, 05 September 2008

Nonfiksi Being Happy




Sungguh pantas buku ini menjadi bestseller dunia. Bukan karena nama penulisnya, Andrew Matthews yang memang sudah terkenal, tentunya. Tapi karena isi keseluruhan dari buku ini memang luar biasa. Mungkin setara dengan The Secret, tapi saya lebih menyukai pembawaan dari Being Happy! ini. Mungkin saja karena salah satu buku pemahaman diri ini menggunakan bahasa yang sederhana sehingga bisa dimengerti oleh segala usia, termasuk untuk ukuran murid SMP (setara umur saya ketika membaca buku ini) bahkan mungkin, SD.

Seperti buku pedoman lainnya, juga seperti judulnya, buku ini adalah buku yang mengajak pembacanya menjadi bahagia. Bagaimana caranya? Sangat mudah. Buku ini adalah tentang pengendalian diri, utamanya pikiran. Diulas melalui enam bab mengenai pola-pola sifat manusia, citra diri, pikiran bawah sadar, tentang kesehatan, rasa sakit, bagaimana kita menjadi bagian dari dunia kita sehari-hari, tentang hiduplah di saat ini, cara menghadapi depresi, melatih imajinasi, pembicaraan tentang hukum tabur-tuai, membina komitmen, melatih keuletan, mengembangkan pemahaman kita terhadap dunia, dan buku ini mampu mengubah segalanya.





Buku setebal 156 halaman ini juga dipenuhi ilustrasi-ilustrasi menarik – dari penulisnya yang juga seorang ilustrator – di tiap bab, membuat saya lebih tertarik untuk membaca, karena pada dasarnya otak manusia lebih cenderung bersifat visual ketimbang terus-menerus harus dicekoki rangkaian kalimat panjang. Buku ini juga diselipi rangkuman di bagian akhir bab-babnya. Beberapa kata mutiara dari tokoh-tokoh dunia juga menjadi pengawal yang manis dari tiap bab. Saya hanya menyayangkan nihilnya keberadaan e-book gratis dari buku ini, tidak seperti yang berlaku pada e-book The Secret. Namun, sungguh, tidak rugi mengeluarkan sedikit uang untuk membeli buku ini, karena buku ini akan berguna sepanjang masa.

Kunci utamanya adalah, bahagialah menjadi diri sendiri. Kita bisa memulai kebahagian di manapun kita berada, apa yang kita lakukan hari ini akan berarti untuk hari esok. Lima bintang untuk buku ini. Selamat membaca. *****



Nonfiksi LoveTypes


Love Types, Cara Jitu Menemukan Soulmate & Belahan Jiwa Berdasarkan Sifat & Kepribadian. Entah siapa yang bodoh yang telah membeli buku ini. Mungkinkah buku ini dibeli oleh seorang gadis yang terobsesi menemukan cinta sejati, seperti saya misalnya? Yihaaay.., benar begitu?! Parahnya, buku seperti ini marak terjual karena memang seperti itulah kondisi pemikiran setiap gadis. Benarkah?

Tanya saja pada pakarnya, Dr. Alexander Avila – penulis buku ini. Saya heran mengapa masih saja ada penulis yang memamerkan titelnya di sampul bukunya, itu poin minus pertama yang saya temukan. Mungkinkah poin itu hanya terdapat pada karya terjemahannya? Ah, andai saya tahu bagaimana versi cetak aslinya.

Jujur saja, alasan saya membeli buku ini karena – lagi-lagi – ada nama Carl Jung tertera di bagian Ucapan Terima Kasih. Entahlah, saya benar-benar tergila-gila dengan tokoh psikologi satu itu. Seorang psikiater yang juga murid dari Sigmund Freud – sang Bapak Psikoanalisa, seseorang yang mengembangkan teori-teori psikologi melalui lambang-lambang dan membuat perkembangan yang hebat di dunia tarot, seorang alumni kedokteran brilian yang begitu sering mengklasifikasikan kepribadian-kepribadian manusia melalui berbagai tipe. Ah, parah! Saya lupa saya harus me-review buku ini.

Well, buku ini diawali dengan subjek pengenalan diri, seperti buku-buku pedoman diri pada umumnya. Tentunya kita harus mengenali dan dapat menganalisis siapa diri kita terlebih dahulu untuk menentukan tipe pasangan ideal seperti apa yang kita butuhkan, bukan? Dan tidak usah repot-repot mengetahui tipe seperti apa kita, karena kita disodori beragam dimensi pengenalan diri, seperti dimensi energi, dimensi fokus, dimensi keputusan, hingga dimensi keteraturan. Dan, akhirnya sampailah kepada bagian : Menguak Kekuatan LoveType Sejati Anda. Parahkah?

Belum seberapa. Masih ada bab kedua, tentang tipe-tipe soulmate, yaitu :

Pencari Makna : anda seorang pencari makna, anda memberi pasangan curahan kasih sayang, tetapi anda juga mengharapkan balasan kasih sayang yang sama banyaknya, cenderung terlihat seperti seorang pemilih dan penuntut, terlihat seperti memilih bagaimana kehidupan cinta sejati seharusnya berjalan.

  1. Filsuf Idealis : adalah seorang introverted intuitive feeling perceiver, orang yang seumur hidup berjuang demi dunia yang sempurna, tempat cinta dan keharmonisan saling bergandengan.
  2. Penulis Mistis : adalah seorang introverted intuitive feeling judger, orang yang menganggap kata-kata tertulis mengandung arti sakral. Dapat memahami dan mengekspresikan misteri kehidupan.
  3. Filsuf Sosial : adalah seorang extraverted intuitive feeling perceiver, seseorang yang percaya bahwa hidup itu berlimpah, cinta ada di mana-mana, dan kreativitas ada di tangannya. Bahkan gabungan enerji anjing spaniel yang penuh semangat dengan antusiasme sepasang kekasih pada bulan madu mereka tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan semangatnya yang luar biasa.
  4. Guru Kedewasaan : adalah seorang extraverted intuitive feeling judger, biasanya hanya ada satu hal dalam pikirannya: hubungan.




Pencari Ilmu : Terkait masalah profesi.

  1. Sarjana : seorang introverted intuitive thinking perceiver, informasi mengalir dalam darahnya. Peneliti, penganalisis, dan penyimpan hasil.
  2. Ahli : seorang introverted intuitive thinking judger, tipe orang yang paling mandiri dan penuh tekad.
  3. Inovator : seorang extraverted intuitive thinking perceiver, seorang penemu, pengambil risiko, pencetus ide, dan skema baru yang dapat mencemplungkan dirinya ke dalam kebangkrutan atau meroketkannya pada kekayaan dan kejayaan.
  4. Jenderal : seorang extraverted intuitive thinking judger, orang yang terlahir untuk menjadi pemimpin, dan tahu benar akan hal itu. Tidak punya kesabaran akan basa-basi, omong kosong, atau hal-hal yang telah diketahuinya.

Pencari Keamanan : Terkait masalah pemikiran rumah tangga.

  1. Perawat : seorang introverted sensing feeling judger, tipe orang yang paling mendekati kriteria sempurna. Mungkin, hasrat terbesarnya adalah merawat orang lain dengan manis, penuh kasih, dan lembut. Hal yang membuat orang lain merasa aman, hangat, dan merasa disayangi.
  2. Administrator : seorang introverted sensing thinking judger, adalah seseorang yang merekatkan potongan-potongan peradaban. Ciri khasnya adalah tugas, disiplin, tanggung jawab, dan organisasi.
  3. Tuan Rumah yang Baik : seorang extraverted sensing feeling judger, orang yang ramah, perencana pesta yang hebat, yang senang melayani orang lain dan memastikan makanan mereka tercukupi dan semua orang terlayani dengan baik.
  4. Tradisionalis : seorang extraverted sensing thinking judger, pribadi yang menonjol dalam kehdiupan banyak orang dan dihormati – di mana pun – atas kemampuannya menyatakan pendapat tanpa terlalu merisaukan opini publik.

Pencari Kesenangan : Terkait masalah profesi, dunia yang bergerak cepat dan spontan.

  1. Seniman Lembut : seorang introverted sensing feeling perceiveri, seorang krim alami; sesuatu yang menyejukkan, menenangkan dalam keadaan tertekan, mengingatkan tentang spontanitas menggembirakan masa kanak-kanak, dan menunjukkan cara menghargai alam dan semua makhluk hidup.
  2. Pengrajin : seorang introverted sensing thinking perceiver, seseorang yang senang akan aksi-aksi mendebarkan, tipe pencari ketegangan, hal itu tercermin pada hobi dan minatnya, entah itu balap mobil atau motor, skydiving, selancar, atau apa pun yang memenuhi hasratnya akan ketegangan. Terkenal mandiri, dan seorang pencari petualangan adalah julukan yang tepat untuk menggambarkan jati dirinya.
  3. Penampil : seorang extraverted sensing feeling perceiver, seseorang yang senang berada di antara banyak orang, menghibur dan memberi cinta, tawa, dan antusiasme sebanyak yang dia bisa. Sebagai sang penampil, dia menyukai sorotan lampu dan senang bergaul dengan semua orang.
  4. Jago Dagang : seorang extraverted sensing thinking perceiver, adalah tipe orang yang mampu membuat segalanya terwujud. Apa pun yang dia lakukan, sifatnya yang bersemangat, akrab, dan karismatik selalu berhasil memunculkan keasyikan. Jika dia memang mmeiliki sifat seperti itu, dia dapat menggunakannya untuk memeroleh apa yang dia inginkan dari orang lain.

Masih berniat melanjutkan membaca? Saya akan beberkan beberapa materi yang mungkin penting. Yaitu, bagaimana caranya membuat sistem LoveType bermanfaat bagi Anda. Buku terbitan DarasBooks ini – peranakan dari penerbit DastanBooks – mencantumkan beberapa cara, semisal :

  1. Pergilah ke Tempat LoveType ideal anda berada.

[ Ke mana? Mungkin saja pantai, bioskop, toko buku, lapangan basket, taman umum, mal, kafe, atau arena dugem? ]

  1. Membuat kesan pertama yang mempesona.

[ Bagaimana? Tampil semenarik mungkin, senyumlah semanis mungkin, berbicaralah semengesankan mungkin, dan bertindaklah seperti bidadari yang baru turun dari khayangan dan mandi kembang tujuh rupa di hari sebelumnya? ]

  1. Tentukan LoveType Siapa pun, Di mana pun.

[ Well, ketika seorang gadis menemukan seorang pria tengah merokok dan berbadan dengan bobot yang kira-kira mencapai 90 kg, di sebelahnya ada sebungkus plastik kripik kentang dan sekaleng soft drink, pilihlah untuk segera menjauh. Karena jangan-jangan anda akan mengira dia adalah LoveType anda? ]

  1. Membuat Kencan dengan Belahan Jiwa Potensial.

[ Di mana? Mungkin di sebuah restoran mahal dengan iringan musik klasik yang menemani juga seorang penyanyi kawakan yang dibayar sejuta rupiah sekali menyanyi. Suasana seperti apa? Di bawah remang-remang lampu oranye dengan terang lima watt setara dengan lampu petromax yang digunakan pedagang sate di pinggir jalan di kala malam. Dandanan seperti apa? Oh, Tuhan! Tidak akan ada yang melihat bahwa kau mengenakan lipstick yang terlalu tebal, ataukah bedak dengan kualitas murah yang akan luntur ketika disorot sinar lilin. Toh, dia sudah mencintaimu? ]

  1. Strategi Kencan LoveType Mutakhir.

[ Sudah saya katakan, berlakulah berlebih-lebihan, supaya anda dan pasangan anda akan dilirik oleh paparazzi untuk masuk ke dalam hot news minggu itu. ]

Akhirnya, selamat mencoba!

Cukup bagus dan memotivasi. Tapi tidak disarankan untuk yang berkantung cekak, mengapa? Karena buku ini tidak begitu penting jika anda tidak sedang membingungkan keberadaan dari seorang pendamping. Dua buah bintang untuk terjemahan dari buku ini. ** Empat buah bintang untuk teori-teorinya yang hebat. ****



Novel Orange


Kali pertama saya mengenal keberadaan novel besutan gagasmedia ini pada awal tahun 2008, melalui official website penulisnya yang bernuansa oranye. Ketika itu, tentu saja novel ini belum diterbitkan. Bitter sweet, begitu sang penulis, Windry Ramadhina, menggagas tag untuk novel debutnya ini melalui site pribadinya, tag yang cukup menarik sesungguhnya. Namun entah mengapa, dalam versi cetaknya, tag yang seolah menjadi teaser dari novel ini diubah menjadi, Bagian tersulit saat mencintaimu adalah melihatmu mencintai orang lain. Bukannya saya mengatakan tag versi cetak jauh lebih baik, tapi sungguh, beruntung sekali Windry bisa dikelilingi oleh orang-orang yang begitu kreatif ketika dia menerbitkan novel pertamanya ini.

Saya tidak bisa memungkiri bahwa karakter sampul yang dihadirkan oleh gagas juga cukup menarik untuk membuat saya melabeli novel ini dengan sebutan, novel metropop yang manis dan menggigit. Saya juga tidak merasa rugi ketika menghabiskan 286 halaman novel ini dalam sekejap, penulisnya mampu membuat saya jatuh cinta dengan tokoh-tokohnya.

Novel ini membuat saya berpikir tentang kehidupan yang begitu jauh di ibukota – sedangkan saya tinggal di pulau seberang. Novel ini bercerita tentang cinta, tentu saja, yang dibumbui dengan profesi yang cukup menarik, sebagai direktur sebuah perusahaan besar, seorang fotografer profesional, seorang lagi menggeluti bidang advertising, dan juga seorang model Indonesia yang bercita-cita menjadi model kaliber dunia.

Diawali dengan prolog yang menggambarkan Diyan sedang mengunjungi pameran foto yang diadakan oleh Faye, seorang fotografer yang juga mantan tunangannya. Sekali menyapu prolog itu, pembaca disuguhi perasaan sepi yang dirasakan oleh Diyan, kerinduan terhadap sosok Faye yang sangat menyukai jeruk. “Jeruk itu seperti hidup. Bittersweet.”






Pada bab-bab selanjutnya, penulis menghadirkan flashback terhadap kisah-kisah sebelumnya. Diceritakan dua keluarga yang begitu akrab satu sama lain, saling menjalin hubungan bisnis yang menguntungkan. Keluarga pertama, Keluarga Adnan yang memiliki dua orang putra, Diyan dan Zaki dan Keluarga Muid yang memiliki putri tunggal, Faye. Perjodohan antara Faye dan salah seorang putra keluarga Adnan tentu tidak bisa dielakkan lagi untuk memperkokoh tali persahabatan yang terbina sejak lama. Dan diputuksanlah, Diyan dijodohkan dengan Faye. Mereka menyetujuinya – kesan yang janggal untuk dipilih oleh muda-mudi yang hidup di zaman puluhan tahun setelah Siti Nurbaya. Pada periode itu, Faye pun akhirnya jatuh cinta dengan Diyan. Sementara di sisi lain, Zaki juga turut jatuh hati pada calon kakak iparnya itu. Juga di lain pihak, Rera ingin kembali bersama Diyan. Diyan yang pernah – bahkan masih – jatuh cinta pada Rera pun bingung untuk memutuskan jalan apa yang akan diambilnya. Apakah memilih Rera pujaan hatinya ataukah Faye yang sudah dia renggut kehormatannya. Keadaan sulit pun berlangsung. Ketika akhirnya Diyan menyadari bahwa yang dia cintai saat itu adalah Faye, dia menemukan kenyataan pahit bahwa niat awalnya menerima perjodohannya dengan Faye adalah karena alasan bisnis. Itu berarti, mungkin saja, tidak akan ada cinta yang sesungguhnya di antara mereka. Diyan pun memutuskan untuk membatalkan perkawinan mereka. Dia melepas Faye pergi dari hidupnya. Dia tidak ingin keberadaannya bersama Faye – yang begitu dinikmatinya – hanya semata-mata karena bisnis.

Faye menerima hal itu, dalam keadaan shock karena menduga Diyan yang dicintainya tidak mencintainya, dia pun memutuskan untuk meninggalkan kenangannya bersama Diyan. Dia mengambil keputusan untuk pergi, ke Hong Kong.

Waktu berjalan cepat, Faye mengadakan pameran foto. Dia mengundang kerabatnya dan orang-orang yang dia kenal, Rera, Zaki, dan Diyan termasuk di antaranya. Diyan hadir, berusaha mencari Faye, untuk menyatakan perasaannya kepada gadis itu. Dan akhirnya, cinta yang terpendam di antara mereka pun keluar ke permukaan dan menyatu dengan pepatah, tresna suka kulina. Dan sungguh saya menyukai ungkapan Diyan pada bagian epilog, “Sudah kubilang, kan? Bisnis denganmu lain, Faye.

Berbicara mengenai pendapat saya pribadi, keunggulan dalam novel ini banyak, tentu saja. Saya bahkan menyadarinya sejak awal. Betapa konflik-konflik yang dihadapi oleh anak-anak muda perkotaan dapat memicu karakter-karakter berbeda. Penggambaran awal tokoh-tokohnya melalui empat intro yang disajikannya – cara Windry menyajikan tokoh-tokohnya, benar-benar menarik. Sebut saja karakter Faye yang begitu liberal nan mandiri karena dia terlahir pada keluarga yang kaya raya dan seorang ibu yang senantiasa menuruti segala keinginannya, emosinya diguratkan secara jelas melalui pilihan hidupnya untuk bekerja sebagai fotografer pro di sebuah studio foto yang dipimpin oleh Erod. Lalu tokoh Diyan yang terkurung dalam emosinya dan memilih untuk menenggelamkan diri pada pekerjaannya setelah ditinggal oleh kekasihnya, Rera, karena kekasihnya itu lebih memilih masa depan profesinya sebagai model. Tokoh Zaki yang sulit diatur dan begitu sederhana, mencintai dunia yang jauh dari jangkauan orang tuanya. Dan tokoh Rera yang tidak kunjung mengerti perasaannya kepada Diyan sebelum dia mengetahui kedekatan Faye dan Diyan.

Saya juga menyukai gaya berceritanya, dialog-dialog yang ditampilkannya benar-benar natural dan nampak menganut aliran realisme. Juga berlaku pada setting yang digunakannya. Seperti contoh, Windry menggunakan tempat-tempat nyata, penggunaan nama negara yang langsung sebut saja, seperti dia benar-benar menguasai medan yang sedang diceritakannya. Seperti dia berada di dalamnya. Saya salut atas usaha itu.

Belum lagi dengan pilihan gaya menulisnya, yang saya lihat, hampir seluruhnya dari isi novelnya menggunakan EYD yang disempurnakan, tidak ada yang namanya bahasa gaul yang notabene sering digunakan pada novel-novel terbitan gagasmedia sebelum-sebelumnya atau teenlit-teenlit terbitan gramedia.

Saya menghargai kekonsistenannya itu, dan karena itu saya memberi tiga bintang kepada novel ini. Selamat. ***